Artikel Terbaru

Modus Penipuan Online dan Cara Menghindarinya

Perkembangan teknologi semakin berkembang pesat dan memudahkan kegiatan dari berbagai aspek dan bidang pekerjaan. Tidak terkecuali dalam berbelanja, dimana sekarang bisa dilakukan dengan online. Tidak perlu keluar rumah lagi untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan. Baik itu berupa barang-barang teknologi hingga kebutuhan sehari-hari.

Tapi seiring perkembangan teknologi, banyak juga yang memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan penipuan online. Sekarang ada banyak orang yang belum melek teknologi sehingga gampang percaya apa yang ada di Internet. Bahkan orang-orang berpendidikan pun tidak luput dari penipuan online yang semakin canggih.

Oleh karena itu, saya membuat artikel ini agar kita bisa semakin waspada dan terhindar dari segala macam bentuk penipuan, baik itu belanja online ataupun penipua-penipuan lain.

Modus Penipuan Online

Berikut ini adalah beberapa modus-modus Penipu Online dalam melancarkan aksinya:

Melakukan jual beli tanpa mau COD dan tidak mau melalui E-Commerce

Hal yang pertama ini sering sekali kita temukan di sosial media atau situs jual beli yang tidak menggunakan rekber (rekening bersama), seperti OLX dan yang lain. Penipu akan mengiklankan jualannya dengan harga yang jauh dibawah pasaran. ketika ada yang tertarik, akan diarahkan langsung untuk transfer ke rekening si penipu tanpa melalui Rekber.

Memasang jualan di E-Commerce tapi meminta transfer ke rekening pribadi

Ketika anda menemukan harga yang sangat murah untuk produk apapun di E-Commerce jangan langsung percaya, meskipun E-Commerce sebenarnya sudah sangat aman jika mengikuti prosedurnya.

Penipu biasanya akan mengarahkan untuk melakukan transaksi di luar E-Commerce dengan mencoba berkomunikasi via Whatsapp dengan berbagai alasan. Misalnya saja diskon ini khusus untuk transfer langsung dan sebagainya. Kemudian mereka akan mengirimkan rekening pribadi untuk melanjutkan penipuan.

Mintalah untuk tetap melanjutkan transaksi via E-Commerce, sehingga kalaupun mereka tidak mengirimkan barangnya, uang anda akan tetap aman di E-Commerce. Meskipun perlu waktu beberapa hari untuk mengembalikannya ke rekening.

Mengirimkan Link Phising yang mewajibkan untuk Login

E-Commerce atau sosial media banyak sekali jenis penipuannya, bukan hanya meminta transaksi secara langsung, tapi si penipu juga akan mencoba mengirimkan Link Phising. Ketika anda mengklik link tersebut, maka anda akan diarahkan ke tampilan login yang sama persis dengan E-Commercenya. Jika anda memasukkan username dan password maka data tersebut akan terkirim ke penipu.

Lelang di Sosial Media yang aturannya tidak jelas

Saya banyak menemukan lelang tidak jelas di Instagram, dimana mereka bahkan di promosikan oleh akun-akun meme besar dan artis-artis baru. Banyak lelang palsu yang memulai open bidnya dari harga 0 Rupiah dengan kelipatan cuma 50 ribu sampai 100 ribu bahkan untuk produk yang harganya sangat mahal.

Jual barang murah di E-Commerce tapi ternyata cuma DP

Beberapa waktu yang lalu saya membaca postingan di Fanspage Facebook E-Commerce Shitposting. Pembeli melihat produk yang murah di E-Commerce dan berminat untuk membelinya, setelah ditanyakan ke penjual dan barang ready maka si pembeli langsung transfer ke rekening E-Commerce.

Saat transaksi sudah dilakukan maka ada konfirmasi dari penjual kalau harga yang tertera itu hanya DP saja dan pembeli disuruh transfer ke rekening pribadi. Seperti yang saya katakan diawal, jangan pernah transfer ke rekening pribadi. Kalau perlu laporkan akun penjual ke pihak E-Commercenya

Baca Juga  Aplikasi Edit Banner Untuk Promosi di Android dan iPhone

Ada kiriman barang dengan pembayaran COD padahal tidak pernah pesan apa-apa

Modus nya adalah penipu tahu nama dan alamat lengkap kita sehingga memesan barang di toko online dan pembayarannya dilakukan dengan COD atau bayar setelah barang datang. Kalau hal semacam ini mungkin lebih ke orang yang iseng atau dendam kepada si penerima paket.

Bagaimana mereka bisa tahu nama dan alamat kita?

Ada banyak hal yang bisa menjadi kesimpulan, bisa saja yang melakukannya sebenarnya adalah orang dekat atau mungkin penjual online yang pernah transaksi dilapaknya.

Menang Undian

Kita pasti senang dong kalau tiba-tiba dapat kabar menang undian. Tapi tunggu dulu, karena sekarang ada begitu banyak modus-modus penipuan Undian.

Yang pasti sering dialami yaitu mendapatkan pesan bahwa anda memenangkan undian dari Bank, Provider atau yang lainnya, dimana anda akan diberikan nomor undian dan link untuk mengecek pemenangnya. Nomor undiannya pasti naik karena mereka mengirimkan nomor undian yang sama ke setiap orang.

Anda akan disuruh menghubungi nomor yang tertera, kemudian diarahkan untuk membayar pajaknya terlebih dahulu via transfer. Yang seperti ini tentu saja adalah penipuan, karena kalaupun ada pajaknya, bisa dibayarkan setelah barang atau hadiah sampai.

Bagaimana mereka tahu nomor telepon anda? Mereka sebenarnya tidak tahu nomor siapa yang dikirimkan sms atau dihubungi. Mereka hanya melakukannya secara acak.

Menang Giveaway

Modus ini sebenarnya hampir sama dengan undian, hanya saja di giveaway lebih mudah untuk menggaet mangsanya. Kita bisa tahu siapa saja yang ikut giveaway dengan melihatnya di kolom komentar.

Penipu akan membuat akun dengan nama yang mirip dengan yang mengadakan giveaway atau mengaku pihak pengirim hadiah dan mengirimkan pesan bahwa ada biaya administrasi yang harus dibayarkan. Alasannya semua biaya administrasi ini akan dikembalikan jika hadiah sudah sampai.

Padahal itu hanyalah akal-akalan penipu buat mendapatkan kepercayaan calon korbannya.

Penipuan Modus Unboxing

Modus penipuan ini berbeda dengan yang ada diatas, karena yang melakukan penipuan malah dari pihak pembeli. Modusnya si pembeli melakukan pemesanan barang di marketplace kemudian meng Unboxing produk tersebut. Dan beralasan bahwa ada beberapa barang yang kurang atau tidak ada. Padahal sebelumnya dia telah membuka barang tersebut kemudian melakukan packing ulang kembali dengan rapi.

Ada penjual yang mengshare hal tersebut, dimana ketika si pelaku mengshare video unboxingnya di youtube ketahuan oleh penjual kalau banyak video unboxing dengan modus serupa di akun youtube tersebut.

Menjalin hubungan di Sosial Media

Ada begitu banyak berita penipuan di sosial media dimana korban mengirimkan sejumlah uang kepada orang yang baru dikenalnya di Internet, dan setelah mau bertemu ternyata si penipu tidak kunjung datang. Pada saat ditelusuri, ternyata foto yang dipasang di sosial medianya adalah foto orang lain.

Begitu banyak orang diluar sana yang gampang tertipu dengan apa yang ada di Internet padahal sebenarnya sangat mudah untuk membuat sebuah akun sosial media dengan penampilan dan pekerjaan sempurna. Hanya perlu download gambar di Google dan mengarang profil dan pekerjaan.

Apalagi sekarang banyak fitur yang memudahkan untuk bertatap muka secara langsung dari jarak jauh via video call.

Namun bertatap langsung pun, anda belum bisa mempercayai seseorang, apalagi orang yang sama sekali belum pernah bertemu dan belum diketahui wataknya.

Keluarga mengalami kecelakaan

Ada banyak kejadian ditelepon orang yang tidak dikenal dan mengaku dari rumah sakit mengabarkan kalau keluarga mengalami kecelakaan. Biasanya pelaku menelpon secara acak dan hanya sekedar menebak apakah calon korban punya anak atau tidak. Ketika kebetulan dia punya anak dan memang lagi keluar maka kemungkinan besar keluarga akan percaya.

Baca Juga  Alternatif Aplikasi Webinar Gratis Selain Zoom

Ada juga beberapa pelaku yang meminta bantuan orang lain untuk mencari tahu calon korbannya. Bukan lagi secara acak tapi dengan meminta informasi kepada temannya jikalau ada calon korban di sekitaran tempat tinggal temannya tersebut.

Jika psikis calon korban sudah drop, maka penipu akan langsung meminta sejumlah dana untuk operasi atau semacamnya. Ketika korban cemas, maka akan mudah tertipu dan akan langsung mengirimkan uang yang diminta.

Meminjam uang ke pejabat atau pemimpin perusahaan

Modus ini biasanya hanya dilakukan kepada yang memiliki jabatan ataupun mereka yang memiliki usaha di suatu daerah. Penipu akan menelpon mereka dengan mengaku pejabat tinggi, bisa mengaku jadi bupati atau yang lain. Penipu akan mendata apakah ada pejabat di suatu daerah dengan pangkat tinggi yang baru diangkat atau baru pindah. Dengan harapan calon korban belum mengenal pejabat tinggi ini.

Banyak modus penipuan yang bisa dilakukan, misalnya saja si penipu akan menelpon pengusaha di suatu daerah kemudian memperkenalkan diri serta basa-basi dan akhirnya meminjam uang dengan berbagai alasan. Si pengusaha bisa saja tergiur karena berfikir untuk menjalin silaturahmi dengan pejabat tersebut, sehingga nanti jika ada urusan bisa mudah menyelesaikannya.

Mengaku Calo yang bisa membebaskan tersangka kejahatan

Penipu akan mencari berita di televisi, koran ataupun internet mengenai kejahatan yang masih dalam proses pengadilan. Kemudian dengan berbagai cara, penipu akan berusaha mencari nomor telepon keluarga korban. Mereka akan mengaku sebagai pejabat tinggi di pengadilan ataupun kepolisian yang bisa membebaskan terdakwa dengan syarat membayarkan sejumlah dana.

Penipuan Open BO / VCS

Open BO (Booking Out) dan VCS (Video Call Sex) adalah diksi yang dipakai oleh penjajah prostitusi online, yang memanfaatkan sosial media dan aplikasi chat untuk menggaet pelanggan. Jadi akan memudahkan bagi para pria hidung belang untuk mencari perempuan bayaran.

Semakin berkembangnya prostitusi online ini membuat penipu juga menemukan celah untuk menggaet mangsa. Modus yang mereka gunakan adalah mencari pria hidung belang di sosmed atau aplikasi chat. Kemudian meminta mereka untuk mengirimkan dp dulu sebelum bertemu atau sebelum melakukan VCS. Setelah anda membayar uang muka, kemudian pelaku akan meminta pembayaran full atau semacamnya, baru setelahnya memblokir kalian.

Ada juga modus penipuan yang katanya menjajakan VCS secara gratis. Tapi sebenarnya anda hanya melakukan video call dengan rekaman yang telah disiapkan oleh penipu dengan jangka 1 menit atau kurang. Anda tidak akan bisa berkomunikasi dua arah karena itu hanyalah rekaman. Kemudian penipu akan merekam video call anda untuk memeras dengan ancaman video itu akan disebar luaskan di sosial media.

Cara untuk menghindari penipuan semacam ini sebenarnya sangat mudah, karena hal ini kembali ke fikiran dan nafsu. Perbanyak kegiatan atau kerjaan supaya tidak memikirkan hal-hal negatif melulu dan kurangi menonton yang vulgar. Bagi yang sudah memiliki istri, ini saatnya kembali melakukan hal-hal romantis berdua dengan pasangan agar tidak bosan.

Ciri-Ciri Penipu Online

Dengan mengetahui ciri-ciri modus penipuan online, anda bisa lebih waspada, berikut beberapa diantaranya:

  • Harga sangat murah, bahkan jauh dibawah harga produksi.
  • Sangat menjaga kerahasiaan rekeningnya, karena tidak mau rekening yang dipakai cepat mati. Kebanyakan penjual asli, tidak segan menshare rekeningnya di situs atau sosial media jualannya. Meskipun ada juga beberapa penjual asli yang memang tidak mau mengshare rekeningnya karena takut dipakai untuk modus penipuan.
  • Jika update jualan di sosial media, komentar penipu biasanya di nonaktifkan agar mereka yang sudah tertipu tidak bisa berkomentar. atau kalaupun ada komentar, maka jumlahnya sangat sedikit meskipun follower mereka sangat banyak. Mereka akan menghapus semua komentar yang bisa mengungkap penipuan mereka.
  • Akun E-Commerce penipu online biasanya tidak ada penjualan dan belum ada review penjualan. Kalaupun ada reviewnya, paling hanya satu atau dua saja. Itu adalah review dari mereka sendiri dengan mengirimkan barang ke tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi mereka.
  • Penipu biasanya selalu terburu-buru meminta anda untuk cepat mengirimkan dananya, agar mereka bisa mendapatkan dananya sebelum anda sadar kalau itu adalah penipuan
Baca Juga  Aplikasi Belajar Bahasa Asing Di Android dan iOS

Cara untuk menghindari penipuan online

Berikut ini adalah beberapa cara untuk agar terhindar dari modus penipuan online

  • Jangan mudah tergiur harga murah, apalagi jika harga barangnya jauh dibawah harga produksi. Kalaupun ada diskon, biasanya harganya tidak terlauh jauh dibawah harga pasaran.
  • Usahakan minta si penjual untuk menggunakan E-Commerce yang ada rekbernya, misalnya tokopedia, bukalapak, shopee atau yang lainnya.
  • Tanyakan alamat si penjual dan jangan memberitahukan alamat anda terlebih dahulu. Karena biasanya si penipu pasti akan selalu memberikan alamat yang sangat jauh dari tempat anda. Jika memang ada kenalan di kota penjual, usahakan untuk COD dengan bantuan kenalan tersebut.
  • Jika Penjualnya sudah mencurigakan dari awal dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal, lebih baik langsung tutup saja percakapan agar tidak tergiur dengan iming-iming penipu.
  • Jangan pernah transfer langsung ke rekening penjual yang tidak dikenal dan belum diketahui reputasinya. Pastikan untuk selalu transaksi di E-Commerce untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalaupun anda menemukan jualannya di sosial media seperti facebook dan instagram, mintalah penjual untuk transaksi di E-Commerce. Penjual asli biasanya akan dengan senang hati memasang link E-Commerce, yang penting jualannya laku.
  • Jangan terlalu percaya dengan review di sosial media, apalagi yang cuma di upload sendiri oleh si penjual. Bahkan sekarang ada banyak akun penipuan di Instagram yang berani membayar akun-akun meme atau artis yang baru naik daun untuk memberikan review bagus agar bisa melancarkan aksi penipuannya.
  • Selalu pastikan untuk bertransaksi dengan akun E-Commerce yang sudah memiliki reputasi dan review yang bagus.
  • Cek rekening penjual di beberapa situs yang menyediakan pengecekan rekening yang kredibel, seperti misalnya: cekrekening.id atau kredibel.co.id. Jika rekening mereka ternyata pernah dipakai untuk melakukan penipuan, maka langsung tinggalkan saja.

Langkah-Langkah Ketika Terkena Penipuan Online

Berikut adalah hal-hal yang harus anda lakukan ketika menjadi korban penipuan online:

  • Laporkan penipuan ke Kantor Polisi terdekat dengan menyertakan bukti-bukti yang ada, baik bukti berupa chat atau yang lainnya. Jangan lupa laporkan semua hal yang mungkin bisa jadi petunjuk pihak kepolisian untuk menangkap pelaku. Jangan ragu untuk melaporkan penipuan tersebut bahkan jika nominalnya kecil, karena bisa saja orang lain akan mengalami penipuan dari penipu yang sama dengan nominal yang jauh lebih besar.
  • Laporkan rekening penipu ke Bank disertai dengan laporan polisi yang telah dibuat. Pastikan rekening pelaku bisa terblokir meskipun nominal penipuannya cuma sedikit, agar tidak ada lagi korban.
  • Laporkan rekening dan data penipu ke beberapa situs-situs pengecekan kredibilitas rekening: misalnya saja di https://www.kredibel.co.id/report/ atau https://cekrekening.id/lapor agar calon korban bisa mengecek kredibilitas rekening dan membatalkan transaksi jika data penjual ternyata tidak kredibel.
  • Bagikan informasi penipuan itu di sosmed atau media lainnya dengan menceritakan semua kronologi kejadian, agar teman anda atau orang lain bisa lebih waspada dan hati-hati.
  • Menunggu hasil dari pihak kepolisian dan Ikhlas jika memang dananya tidak bisa kembali lagi, karena dengan semakin memikirkannya maka anda hanya akan semakin stres.

Demikian beberapa modus yang biasa dilakukan untuk melakukan penipuan online beserta cara menghindarinya. Jika anda mengetahui modus lainnya, silahkan share di kolom komentar.

Latest Posts

Artikel Terkait

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

DMCA.com Protection Status